Pokok Kewajiban Bidan Pengawas

1. Berusaha agar laporan KIA yang dibuat oleh Bidan dan Laporan lainnya yang dibuat di bagian administrasi di kantor Ikes atau Dokabu diselenggarakan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya.
2. Meneruskan semua surat-surat edaran yang perlu untuk diteruskan kepada bidan-bidan di daerahnya.

3. Membantu penyelesaian semua surat-surat yang berkenaan dengan MA dengan persetujuan dan di bawah pengawasan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi/Daerah.
4. Mengawasi pemakaian semua bantuan dari “UNICEF”, seperti obat-obatan, kain putih, alat-alat BKIA, kendaraan dan lain-lain serta mengusahakan permintaan tambahan, dan barang-barang ini menurut syarat-syarat yang ditentukan (lihat syarat-syarat Supply).

5. Berusaha agar dapat menstimulir KIA di daerahnya untuk dapat menyelenggarakan usaha-usaha KIA lainnya; seperti kunjungan rumah, pendidikan kesehatan, Kursus Dukun bayi, Kursus ibu, Penyuluhan Gizi dan sebagainya.
6. Mengadakan diskusi-diskusi dengan petugas KIA (Bidan, Penolong persalinan, Pengunjung rumah) tentang pekerjaan dan kesulitan-kesulitan yang dijumpai untuk kemudian sedapat mungkin mengajukan usul-usul perbaikan.

7. Mengadakan diskusi-diskusi dan kerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan KIA, seperti Penilik Kesehatan, Tenaga-tenaga P4M, misalnya; Pendidik Hygiene, Juru Malaria, Juru Immunisasi, Juru Cacar dan lainnya.
Kewajiban Bidang BMA
Menyelenggarakan usaha MA sebaik-baiknya dengan mengadakan:
1. Pemeriksaan Ibu hamil
2. Pemeriksaan Ibu yang menyusui dan yang baru melahirkan
3. Pemeriksaan Bayi dan Anak. Termasuk di sini pemberian vak¬sinasi dan imunisasi dasar
4. Pemberian nasihat dan penerangan tentang pemeliharaan Bayi dan Anak kepada Ibu-ibu
5. Pemberian obat-obatan dan makanan tambahan

6. kunjungan rumah
• Mengunjungi ibu-ibu yang baru mclahirkan untuk pembe
rian pertolongan bila diperlukan dan memeriksa bayinya.
• Mengunjungi Bayi, Anak, dan Ibu sebagai follow up dari kunjungan mereka di BKIA sebelumnya (terutama yang tergolong dalam kelompok risiko tinggi)
• Mengunjungi keluarga-keluarga dalam daerah operasi BKIA untuk penerangan kesehatan dan memperbesar cakupan (coverage) pelayanan pada Ibu, Bayi dan Anak.

7. Pertolongan Persalinan
• Menolong persalinan di luar Rumah Sakit/Rumah Persalinan
bila diperlukan.
8. Pengawasan/Bimbingan pada para Dukun Bayi.
9. Mengadakan kerjasama dengan semua petugas kesehatan se-tempat.
10. Membantu petugas-petugas dari P4M dalam melakukan “Epidemiological Surveilance”.

11. Mengadakan hubungan dengan organisasi-organisasi dan orang-orang penting (Key Person) demi kemajuan usaha KIA, LSD, organisasi wanita alim ulama, dan lain-lain.
12. Mengawasi kesehatan anak-anak di taman kanak-kanak dan di tempat-tempat penitipan anak

13. Mengadakan penyuluhan gizi dengan cara:
• Memberi ceramah
• Mengadakan demonstrasi tentang cara membuat minuman dan memasak bahan makanan yang baik.
• Mengadakan pameran hidangan sehat, makanan Ibu hamil
dan Ibu menyusui, serta minuman dan makanan bayi/anak.
• Anjuran pada para Ibu tentang penanaman sayur-sayuran di parangan.
14. Membuat laporan tentang pekerjaannya untuk pimpinan kesehatan setempa
READ MORE - Selengkapnya

Sistem Pelistrikan Pada Kendaraan dan Fungsinya

Sistem pelistrikan pada mobil bensin mempunyai fungsi, antara lain, sebagai berikut:
1. membangkitan energi listrik di alternator;
2. menyimpan energi listrik dalam baterai/accu;
3. menyediakan energi listrik untuk peralatan mobil, seperti busi, lampu-lainpu, motor penyapu kaca, motor starter, indikator-indikator, dan sebagainya.

Energi listrik yang tersedia dalam baterai/uccu digunakan untuk:
1. menggerakkan motor starter yang penyalaannya dilakukan dengan menyalakan sakelar kunci starter, sehingga piston bergerak mengisap Kahan bakar-udara dan membuang sisa pembakaran;

2. menyalakan loncatan api di busi setelah tegangannya dinaikkan oleh k umparan penyalaan (ignition coil) agar campuran bahan bakar-udara terbakar sehingga mesin dapat bekerja;

3. menyediakan sumber listrik bagi lampu-lampu, klakson (penyalaannya diatur dengan tombol dan sakelar), indikator-indikator, tape-radio. Biasanya, sebelum masuk ke peralatan listrik, arus listrik melalui sekering terlebih dahulu. Ini berfungsi untuk melindungi peralatan dari hubungan pendeklkortsleting.

Energi listrik dihasilkan dari alternator (mengambil energi mekanik dari putaran mesin). Agar besar tegangan yang dihasilkan tidak berlebih digunakan regulator tegangan. Lalu energi listrik disimpan dalam baterai sehingga baterai selalu dapat menyediakan energi yang dibutuhkan oleh peralatan listrik kendaraan.
READ MORE - Selengkapnya

Struktur I/O (Input – Output)

Untuk mulai mengoperasikan I/O, CPU memanggil register-register yang cocok untuk device controller, dan kemudian device controller menrespons dengan mengisi register-register berupa respons yang diberikan.

Ada dua aksi yang diberikan saat terjadinya interrupt:
1. Synchronous I/O
Setelah penggunaan I/O dimulai, kontrol kembali ke programuser setelah penggunaan I/O selesai.
1. Wait instruction, mengosongkan CPU sampai interruptselanjutnya.
2. Wait loop, pernyataan untuk mengakses memori.
3. Paling banyak hanya ada satu permintaan I/O yang belum diselesaikan pada waktu yang sama. Tidak ada pemrosesan I/0 secara simultan.

2. Asynchronous I/O
Setelah penggunaan I/O dimulai, kontrol kembali ke program user tanpa menunggu selesainya penggunaan I/O.
1. System call – meminta kepada sistem operasi untuk mengijinkan user menunggu selesainya penggunaan I/0.
2. Device-status table, berisi masukan untuk masing-masing sarana I/0 yang mengindikasikan jenis, alamat, dan status.
3. Sistem operasi menunjuk I/O device table untuk menentukan status dan memodifikasi masukan untuk memasukkan interrupt.

Pada proses Asynchronous I/O, untuk menunggu I/O selesai maka dapat digunakan system call. Dalam hal ini sistem operasi harus dilengkapi dengan device-status table yang berisi tipe device, alamat, dan status, baik claim keadaan sibuk (busy) ataupun mengangur (idle).

Interupsi I/O
Untuk memulai operasi I/O, CPU me-load register yang bersesuaian ke device controller. Sebaliknya, device controller memeriksa isi register untuk kemudian menentukan operasi apa yang harus dilakukan. Pada saat operasi I/O dijalankan maka ada dua kemungkinan, yaitu synchronous I/O dan asynchronous I/O.

Pada synchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna setelah proses I/O selesai dikerjakan. Sedangkan pada asynchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna tanpa menunggu proses I/O selesai sehingga proses I/O dan proses pengguna dapat berjalan secara bersamaan.
READ MORE - Selengkapnya

Proses Terjadinya Interrupt

Fungsi interrupt adalah sebagai berikut:
1. Interrupt memindahkan pengendalian kepada interrupt service routine melalui interrupt vektor yang berisi alamat dari semua service routine.
2. Arsitektur interrupt harus menyimpan alamat instruksi yang di interrupt.

3. Interrupt yang datang berikutnya dibatalkan ketika interrupt lain sedang diproses untuk mencegah hilangnya suatu interrupt.
4. Trap adalah software-generated interrupt yang disebabkan oleh kesalahan atau karena permintaan user.
5. Suatu sistem operasi dikendalikan oleh interrupt.

Penyebab terjadinya interrupt, di antaranya:
1. Program
Diakibatkan adanya beberapa kondisi yang terjadi, hasil dari suatu eksekusi.
Contoh: arithmetic overflow, devision by zero, pengeksekusian secara illegal, penggunaan memori yang berlebihan.

2. Timer
Disebabkan oleh timer di dalam prosesor. Hal ini memungkinkan sistem operasi menjalankan fungsi-fungsi tertentu secara regular.

3. I/O
Disebabkan oleh I/O Controller, baik sebagai tanda bahwa suatu operasi telah selsesai, maupun memberi tanda adanya kondisi error. Interrupt I/O ada dua macam, interrupt pendek dan interrupt panjang.

4. Hardware Failure
Disebabkan olch kesalahan hardware, scperti power failure (kegagalan daya) atau memory parity error.
READ MORE - Selengkapnya

Masyarakat Indonesia dan Ciri-Cirinya

Dilihat dari struktur sosial dan kebudayaan masyarakat Indonesia dibagi dalam 3 katagori dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Masyarakat Desa
a. Hubungan keluarga dan masyarakat sangat kuat
b. Hubungan didasarkan kepada adat istiadat yang kuat sebagai organisasi sosial
c. Percaya kepada kekuatan-kekuatan gaib
d. Tingkat buta hurup relatif tinggi
e. Berlaku hukum tidak tertulis yang intinya diketahui dan dipahami oleh setiap orang
f. Tidak ada lembaga pendidikan khusus dibidang teknologi dan keterampilan diwariskan oleh orangtua langsung kepada keturunannya
g. Sistem ekonomi sebagian besar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sebagian kecil dijual dipasaran untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Dan uang berperan sangat terbatas
h. Semangat gotong royong dalam bidang sosial dan ekonomi sangat kuat.

2. Masyarakat Madya
a. Hubungan keluarga masih tetap kuat, dan hubungan kemasyarakatan mulai mengendor
b. Adat istiadat masih dihormati, dan sikap masyarakat mulai terbuka dari pengaruh luar
c. Timbul rasionalitas pada cara berfikir, sehingga kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan gaib mulai berkurang dan akan timbul kembali apabila telah kehabisan akal
d. Timbul lembaga pendidikan formal dalam masyarakat terutama pendidikan dasar dan menengah
e. Tingkat buta hurup sudah mulai menurun
f. Hukum tertulis mulai mendampingi hukum tidak tertulis
h. Ekonomi masyarakat lebih banyak mengarah kepada produksi pasaran, sehingga menimbulkan deferensiasi dalam struktur masyarakat karenanya uang semakin meningkat penggunaannya
i. Gotong royong tradisional tinggal untuk keperluan sosial dikalangan keluarga dan tetangga. Dan kegiatan-kegiatan umum lainnya didasarkan upah.

3. Ciri-Ciri Masyarakat Modern
a. Hubungan antar manusia didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi
b. Hubungan antar masyarakat dilakukan secara terbuka dalam suasana saling pengaruh mempengaruhi
c. Kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat
d. Strata masyarakat digolongkan menurut profesi dan keahlian yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga-lembaga keterampilan dan kejuruan
e. Tingkat pendidikan formal tinggi dan merata
f. Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang kompleks
g. Ekonomi hampir seluruhnya ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat pembayaran lainnya.
READ MORE - Selengkapnya